PERTEMUAN 13

 

PERTEMUAN 13

TAKNIK PENGOLAJAN PANGAN

PEMBUATAN PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SAYURAN MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN

PENYAJIAN KEMASAN

 

Kota Baru,  22 April 2021  

Mapel                       : PRAKARYA 

Kelas                        : VII (Tujuh) 

Semester                  : Genap 

Tahun Pelajaran     : 2020/ 2021  

Materi Lanjutan     :                                       

BAB IV

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SAYURAN 

MENJADI MAKANAN DAN MINUMAN KESEHATAN 

D. Teknik Pengolaham Pangan

        Pengolahan bahan pangan sayuran menggunakan teknik yang sama dengan pengolahan bahan pangan buah. Di sini akan diuraikan secara singkat teknik dasar pengolahan pangan yang dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking). 

     1. Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat) 

        Teknik ini merupakan suatu pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah.

       a. Teknik Merebus (Boiling)

            Suatu cara mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan di antaranya berupa air, kaldu, dan susu. 

       b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching) 

            Cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah (titik didih 92ยบ - 96ยบ C). Bahan makanan yang digunakan biasanya berupa bahan pangan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah-buahan, sayuran, telur, dan ikan.

        c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising) 

           Teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan, (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan. Cara ini sama untuk menyetup bahan makanan agar aroma yang keluarmenyatu dengan cairan bahan makanan dan menjadi lebih lunak.

        d. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing) 

        Mengolah bahan makanan dengan cara menumis bumbu lebih dahulu, dan dilanjutkan dengan merebusnya dengan sedikit cairan dengan api sedang. Penggunaan api sedang dan dalam waktu yang sedikit lama dimaksudkan agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. 

        e. Teknik Mengukus (Steaming) 

        Teknik memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada alat pengukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut, serta nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. 

       f. Teknik Mendidih (Simmering)

        Teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama hingga muncul gelembung–gelembung kecil pada permukaannya. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus.

        g. Teknik Mengetim 

        Teknik memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran di mana salah satu panci lebih kecil. 

 2. Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking) 

        Teknik mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Yang termasuk teknik pengolahan pangan panas kering, sebagai berikut. 

    a. Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep frying)

        Cara memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy). Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk buah, sayuran, daging dan unggas, serta ikan. 

        Pada metode kering ini, karena dipanaskan dalam suhu tinggi, akan terjadi perubahan tekstur, warna, dan rasanya. Pada proses pengolahan dengan metode deep frying ini beberapa kandungan gizi akan rusak, tetapi kandungan energinya akan tinggi karena mengandung lemak. Kandungan vitamin biasanya lebih sedikit yang hilang.

      b. Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow frying)

        Suatu proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar dengan bahan hanya satu kali dibalik. Dengan teknik ini bahan makanan tidak akan menjadi terlalu matang, asam amino yang terdapat pada bahan makanan akan tetap, meskipun protein akan menyusut, dan juga akan kehilangan beberapa jenis vitamin B. 

       c. Teknik Menumis (Sauteing)

        Teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah. Biasanya cairan yang ditambahkan adalah saus, cream, dan sejenisnya yang dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan. Sebelum menumis hendaknya potongan/irisan bahan makanan dipersiapkan terlebih dahulu. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung minyak sehat dan membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya. 

        d. Teknik Memanggang (Baking)

        Teknik pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air. e. Teknik Membakar(Grilling)Teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle)atau diatas pan dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292ยบC. Grill juga dapat dilakukan diatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Kegosongan merupakan ciri khas dari makanan yang di-grilled

3. Teknik Pengolahan Pangan Lainnya

    a. Menghaluskan 

        Membuat bahan pangan menjadi halus dengan bantuan alat blender, parutan, maupun    dengan cara diulek.

    b. Mencampur

        Menyatukan bahan pangan menjadi tercampur rata.

    c. Menyaring/Memeras 

        Membuat bahan menjadi halus dengan alat penyaringan baik dari saringan kawat atau kain penyaring supaya diperoleh cairan yang jernih. 

    d. Tidak dimasak  

        Bahan pangan ada yang dapat dimakan mentah (raw food). Umumnya buah dan sayuran dimakan tanpa dimasak. Cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran dan buah tidak akan hilang. 

        Selain teknik di atas ada teknik pengolahan yang lain seperti teknik mengasap, mengetim, dan menyangrai. Perbedaan pada teknik dan cara atau proses pengolahan pangan di Nusantara maupun seluruh dunia mencerminkan faktor-faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur, dan estetika yang dianut dan yang memengaruhinya.

 

E. Pembuatan Pengolahan Bahan Pangan Sayuran Menjadi  Makanan dan Minuman Kesehatan 

        Agar suatu produk pengolahan berhasil dengan baik maka perlu memperhatikan tahapan/proses pembuatan pengolahan pangan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan pembuatan, penyajian/ pengemasan dan evaluasi. Mengapa? Agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia. Adapun, apabila diaplikasikan ke dalam sebuah contoh tahapan pembuatan makanan dan minuman berbahan sayuran, sebagai berikut:

1. Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Sayuran Menjadi Makanan 

    a. Perencanaan

        1) Identifikasi Kebutuhan

            Pada minggu pagi ini hujan deras tiada henti. Udara dingin dan perut terasa lapar. Bahan pangan dilemari es ada sedikit wortel, kentang, buncis, kubis dan daun bawang. Makanan apa yang nikmat dihari yang dingin ini?

        2) Ide/gagasanTercetus ide untuk membuat makanan “Sayur sop” agar dapat menghangatkan tubuh dan bersemangat mengisi hari libur ini.

     b. Pelaksanaan 

         1) Persiapan

             • Mempersiapkan bahan pembuatan sayur sop. 

             • Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan. 

               a) Bahan-Bahan 

        

         Bahan sayuran yang diperlukan untuk pembuatan sayur sop yaitu buncis, wortel, kentang, kubis, daun bawang, seledri, ceker ayam sebagai kaldu, dan air. Bahan bumbu yang diperlukan garam, gula, merica, bawang merah, dan bawang putih. Bumbu digunakan secukupnya.

    b) Alat

           Alat yang diperlukan kompor, panci, talenan, teko air, baskom, sendok sayur, sendok makan besar atau kecil, ulekan batu, dan pisau.

 

2) Proses Pembuatan

    a) Cuci semua bahan dengan bersih.

    b) Bersihkan kulit halus wortel, potong ujung dari sayur buncis, kupas kulit kentang dan potong bagian yang kotor dari kubis. Selanjutnya bersihkan daun bawang, daun seledri, kupas bawang merah dan bawang putih.

    c) Potong semua sayuran sesuai keinginan dan taruh dalam baskom/piring. 

    d) Iris tipis bawang merah sedikit untuk ditumis agar sayur sop beraroma harum.

    e) Bersihkan ceker ayam dengan memotong kuku ceker dan membuang bagian kulit ceker yang keras. 

    f) Didihkan air dalam panci secukupnya.

    g) Ulek bumbu bawang merah dan bawang putih yang telah dipotong, dan garam. 

    h) masukan cekerkedalam air mendidih

    i) Tumis irisan bawang merah hingga sedikit kekuningan.

    j) Kemudian masukkan bumbu ulek dan tumis hingga berubah warna dan harumnya tercium. Tambahkan dua sendok makan air agar bumbu tidak gosong. Taruh tumisan bumbu pada piring kecil. 

    k) Masukkan tumisan bumbu pada panci kaldu ceker dan aduklah. 

    l) Masukkan sayuran satu persatu, dimulai dari bahan yang keras yaitu kentang setelah setengah matang masukkan wortel, buncis dan terakhir kubis. Aduk hingga tercampur semua bahan.

    m) Masukan garam dan gula, bawang dan seledri potong. masukan 2 sampai tiga menit dan aduklah hingga tercampursemua tercampur sayur sop matang.



c. Penyajian dan Pengemasan

    1) Penyajian sayur sop diletakkan pada mangkuk. 

    2) Pengemasan sayur sop dengan menggunakan mangkok kertas tahan panas yang disusun bertingkat dengan wadah plastik untuk nasi. 


d. Evaluasi

        Di akhir pembuatan pengolahan bahan pangan sayuran menjadi sayur sop ujilah hasilnya dengan cara mencoba/merasakan makananmu. Jika ada yang kurang sesuai buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukkan dan bahan perbaikan jika akan membuat makanan olahan bahan pangan sayuran menjadi makanan di waktu yang akan datang. 

 

Perhatikan Keselamatan Kerja

Perhatikanlah!

1. Gunakan celemek. Ikat rambutmu jika panjang dan gunakan topi koki atau topi apa saja agar tidak ada rambut yang terjatuh pada makanan saat bekerja.

2. Cuci tangan sebelum bekerja atau gunakan sarung tangan plastik jika ada.

3. Hati-hatilah dalam bekerja baik saat menggunakan peralatan tajam, listrik, kompor gas/minyak tanah, maupun pecah belah.

4. Jaga kebersihan, kerapihan, dan kerja sama saat membuat olahan makanan dan minuman.

       
        Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan minuman kesehatan dari bahan pangan sayuran, antara lain:

1. Pilihlah sayuran yang masih segar dan kulit/daunnya masih mulus agar kandungan vitaminnya masih utuh.

2. Sayuran perlu dikupas dan dicuci bersih agar aman dikonsumsi untuk menghilangkan pestisida.

3. Agar bau langu dan rasa yang kurang enak dari sayuran hilang berikan tambahan jeruk lemon. Misalnya, untuk membuat jus dari 5 batang wortel, tambahkan air perasan ½ jeruk lemon. Kita juga dapat menambahkan buah nanas untuk menghilangkan bau atau rasa langu jus sayuran karena buah nanas yang mencolok dapat membuat nikmat. Untuk pemanis rasa jus sayur, gunakan madu agar nikmatnya jus sayuran makin sempurna.

4. Perhatikan kondisi dan kebersihan gelas dan pisau blender. Jika gelas blender kotor sebaiknya dibersihkan dulu. Apabila pisau blender sudah berkarat sebaiknya blender jangan digunakan karena akan menyebabkan penyakit.

5. Perhatikan komposisi takaran bahan campuran jus buah, sayuran, dan bahan pemanis agar sesuai dengan tujuan pencegahan atau pemeliharaan kesehatan tubuh.

 

2. Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Sayuran Menjadi Minuman Kesehatan

Berikut ini contoh tahapan pembuatan minuman kesehatan “jus wortel tomat”.

a. Perencanaan

    1) Identifikasi Kebutuhan

Siswa belajar terus-menerus dalam menghadapi ujian akhir semester yang menyebabkan kelelahan pada mata.

    2) Perencanaan fisik

Gagasan yang tercetus adalah membuat minuman kesehatan untuk melindungi mata karena lelah dan mencegah mata minus yaitu “jus wortel dan tomat”.

b. Pelaksanaan

    1) Persiapan

        Membeli wortel dan tomat di pasar pada pagi hari agar mendapatkan sayuran yang masih segar. Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan untuk membuat jus.

    a) Bahan

        Bahan yang diperlukan yaitu wortel dan tomat (2:1), madu atau gula secukupnya, es batu atau air matang secukupnya.


    b) Alat:

          Alat yang diperlukan antara lain talenan, pisau, blender, saringan dan sendok. Untuk penyajian diperlukan gelas kaca, sedangkan untuk pengemasan dapat menggunakan gelas plastik lengkap dengan tutupnya. 

 

    2) Proses Pembuatan

    a) Pengupasan dan pencucian bahan 

        (1) Kupas wortel menggunakan pisau.

         (2) Cuci bersih wortel dan tomat.

        (3) Pembuatan jus wortel-tomat: 
 

        (4) Potong wortel dan tomat agar lebih cepat hancur 

        (5) Masukkan wortel dan tomat potong, serta es batu ke dalam gelas blender. 

        (6) Tutup gelas blender, pasang kabel listrik lalu hidupkan

        (7) Apabila ingin mendapatkan jus tanpa serat, kita dapat menyaringnya dan menekan ampas   

             wortel-tomat dengan sendok sehingga hanya tersisa jus murni tanpa ampas. 

        (8) Sesuai selera beri gula atau madu secukupnya dan diaduk sampai tercampur rata. 


 

c. Penyajian/Pengemasan

     Untuk penyajian, tempatkan pada 

           gelas panjang dengan sedotan atau bulat pendek yang cantik. Siapkan es batu di piring kecil jika ingin dingin.

     Untuk pengemasan, tuanglah ke dalam gelas plastik yang bisa dibawa pulang.


d. Evaluasi

        Di akhir pembuatan pengolahan bahan pangan sayuran menjadi minuman kesehatan jus wortel-tomat, jika ada yang kurang sesuai buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukkan dan bahan perbaikan saat akan membuat minuman jus lagi.

        Bagaimana menurutmu pembuatan minuman kesehatan jus wortel tomat? Mudah tidak? Selain jus stroberi mudah dan nikmat, jus wortel tomat kaya akan manfaat. Coba cari tahu manfaat jus wortel jika dikonsumsi secara rutin. Setelah kamu mengetahui manfaatnya, ungkapkan perasaanmu terhadap Tuhan Sang Pencipta Alam.

 

Perhatikanlah!

1. Gunakan celemek. Ikat rambutmu jika panjang dan gunakan topi koki agar tidak ada rambut yang terjatuh pada makanan saat bekerja.

2. Cuci tangan sebelum bekerja atau gunakan sarung tangan plastik jika ada.

3. Hati-hatilah dalam bekerja baik saat menggunakan peralatan tajam, listrik, kompor gas/minyak tanah, maupun pecah belah.

4. Jaga kebersihan, kerapihan, dan kerja sama saat membuat olahan makanan dan minuman.

 
 
F. Penyajian dan Kemasan 
 

         Adapun tempat penyajian ataupun kemasan untuk minuman telah ada di subbab sebelumnya. Wadah kemasan untuk makanan yang biasa digunakan masyarakat terbuat dari kertas, plastik, ataupun styrofoam. Kreativitas dan inovasi dalam menciptakan wadah kemasan sangat dibutuhkan untuk suatu usaha kuliner yang semakin berkembang saat ini. Di bawah ini contoh kemasan dengan bahan modifikasi antara kertas dan plastik, serta bertingkat seperti rantang. 

         Bisnis kuliner makanan dan minumun bertebaran di berbagai tempat karena merupakan bisnis ini memberikan prospek menguntungkan.

 Agar calon pelanggan tertarik untuk membeli, olahan pangan yang dijual perlu kiranya memperhatikan tips berikut ini.

1. Usahakan tata cara penyajian dan wadah kemasan produk pangan olahan menarik, seunik mungkin, dan sesuai dengan keinginan konsumen.

2. Buatlah produk pangan yang tidak merusak nutrisi bahan dan kesegaran bahan makanan.

3. Gunakan strategi dan cara penjualan yang tepat. (sumber: Dokumen Kemdikbud)

 

 Selamat mengerjakan Tugas๐Ÿ‘‡๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ’ช

Tugas :

LEMBAR KERJA SISWA 

Nama                :  

Kelas                : VII  Tujuh) ……     

Semester          : Genap                                                           

Pertemuan       : 13  (Ketiga)

Tgl Pengiriman Tugas  : ...., .......2021

    

1

Laporan Pembuatan Produk

1. Sebutkan 1 (satu)  judul Pengolahan bahan pangan sayuran menjadi makanan atau minuman kesehatan yang akan diperaktekan.

 

             .....................................................................................................

Contoh jawaban ๐Ÿ‘†, lihat di bawah ini.

 1. Pengolahan bahan pangan sayuran menjadi makanan "Sayur Sop"

 2. Pengolahan bahan pangan sayuran menjadi makanan "Jus Wortel Tomat" 

 

2. Sebutkan alat dan bahan pengolahan pangan sayuran menjadi makanan/ minuman?

a. Alat

1.

2.

3. ...............dst

b. Bahan

1.

2.

3. ...............dst

 

3. Sebutkan langkah- langkahnya, dalam pembuatan bahan pangan sayuran menjadi makanan/ minuman kesehatan yang telah di praktekan?

4. Evaluasi/ penilaian  produk(masakan yang dibuat) mintalah penilaian dari orang tua, kakak dan adik atau keluarga dekat yang lainya? ๐Ÿ˜€

5.Kirim 2 foto : 1. foto pada saat pembuatan pengolahan bahan pangan sayuran menjadi makanan/ minuman kesehatan, 2. foto hasil  Produk yang sudah siap ditata/ di saji๐Ÿ™ 

Info Penting!!?
Pembuatan produk, pengolahan bahan pangan sayuran boleh sayuran yang lainnya . 
Tugas di beri waktu satu minggu yaitu:  kamis, 28 April 2021 paling lambat jam 21.00 WIB
Tugas dikerjakan di buku tulis, catatan/ latihan Mapel Prakarya  dan kirim ke WA pribadi ibu๐Ÿ‘Œ๐Ÿ™

๐Ÿ’ช Belajar

๐Ÿ’ช Mengerjakan Tugas

๐Ÿ’ช Semoga nilainya memuaskan๐Ÿ˜€๐Ÿ™



 

17 / 34

 

   

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN 12. PENGERTIAN, KLASIFIKASI, KANDUNGAN DAN MANFAAT SAYURAN

PERTEMUAM 9 CONTOH TAHAPAN BUDI DAYA TANAMAN OBAT